Halo semua! Kami mau bahas mengenai salah satu menu kami, Tumis Lenca. Rasanya luar biasa enak, apalagi kandungan gizi dan manfaatnya. Penasaran? Simak ulasan redaksi djogloers kami.
Kandungan Gizi Lenca :
Leunca
bagi masyarakat Sunda biasa dikonsumsi sebagai lalap, baik buah maupun
daunnnya. Tanaman ini berasal dari Eropa dan Asia Barat, melalui Malaysia
tanaman Leunca masuk ke Indonesia.Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175
cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan
penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui. Nilai gizi
daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr),
karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A
(1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg). Tanaman leunca sengaja
ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di Jawa Barat, tumbuhan yang masuk
dalam familia Solanaceae ini ditanam sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama
asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang,
dari daun, bunga hingga buahnya. Daun dan buah tanaman Leunca mengandung
senyawa glikosida alkaloid solanin, zat samak, minyak lemak, kalsium, zat besi,
vitamin A dan C
Khasiat Lenca dapat Mengatasi Bebetrapa Penyakit, sebagai berikut :
1. Infeksi saluran kencing
Infeksi saluran kemih merupakan
infeksi bakteri yang menyerang wanita 10
kali dari pria. Diperkirakan 10% sampai 20% wanita menderita infeksi saluran
kemih paling tidak sekali. Pada pria infeksi ini dikaitkan dengan kelainan
fisik lainnya, lebih dari 80% semua infeksi saluran kemih disebabkan oleh
bakteri yang berawal di usus. Infeksi saluran kemih yang kebanyakan
menyerang wanita disebabkan karena uretra wanita lebih rentan terhadap
kontaminasi bakteri. Wanita mempunyai uretra yang pendek, sehingga bakteri
dengan mudah masuk, berasal dari vagina, rektum, daerah pudenda, daerah
perineal atau dari partner hubungan kelamin, masuk ke dalam kandung kemih
melalui uretra. Pria mempunyai uretra yang panjang dan terdapat cairan
prostat yang digunakan sebagai pelindung antibakteri. Baik pada pria maupun
wanita, infeksi biasanya masuk ke dalam kandung kemih melalui uretra. Gejala
yang sering timbul pada penyakit infeksi saluran kemih, selalu ingin buang
air seni (sering), terasa sakit dengan kram kandung kemih dan terasa gatal
atau panas sewaktu buang air seni.
kali dari pria. Diperkirakan 10% sampai 20% wanita menderita infeksi saluran
kemih paling tidak sekali. Pada pria infeksi ini dikaitkan dengan kelainan
fisik lainnya, lebih dari 80% semua infeksi saluran kemih disebabkan oleh
bakteri yang berawal di usus. Infeksi saluran kemih yang kebanyakan
menyerang wanita disebabkan karena uretra wanita lebih rentan terhadap
kontaminasi bakteri. Wanita mempunyai uretra yang pendek, sehingga bakteri
dengan mudah masuk, berasal dari vagina, rektum, daerah pudenda, daerah
perineal atau dari partner hubungan kelamin, masuk ke dalam kandung kemih
melalui uretra. Pria mempunyai uretra yang panjang dan terdapat cairan
prostat yang digunakan sebagai pelindung antibakteri. Baik pada pria maupun
wanita, infeksi biasanya masuk ke dalam kandung kemih melalui uretra. Gejala
yang sering timbul pada penyakit infeksi saluran kemih, selalu ingin buang
air seni (sering), terasa sakit dengan kram kandung kemih dan terasa gatal
atau panas sewaktu buang air seni.
Bahan dan cara pakai: leunca, rumput
lidah ular, meniran, masing-masing 30 gram, direbus dengan 3 gelas air hingga
tersisa 1 gelas. Minum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
2. Radang Kulit
Bahan dan cara pakai: 60 gram herba
segar atau 30 gram herba kering digodok dengan 3 gelas air hingga tersisa 1
gelas. Minum sehari 2 kali.
3. Disentri
Bahan dan cara pakai: 50-60 gram
daun segar ditambah 25 gram gula putih direbus dengan 3 gelas air hingga
tersisa 1 gelas. Minum 3 kali sehari, masing-masing 1 gelas.
4. Keputihan
Bahan dan cara pakai: daun leunca,
bunga putih jengger ayam, masing-masing 30 gram, direbus dengan 3 gelas hingga
tersisa 1 gelas. Minum sehari 2 kali.
5. Biduran
Bahan dan cara pakai: seluruh
tanaman (tanpa akar) dilumatkan, kemudian digosokkan ke bagian yang tubuh biduran
hingga warna kulit menjadi hijau. Lakukan sehari 2-3 kali.
6. Mata kering
Bahan dan cara pakai: 15 buah leunca
yang telah masak dicuci, lalu ditelan. Lakukan sehari 3 kali.
Namun kita juga harus hati-hati,
ternyata buah Leunca juga bisa menjadi racun bagi kita lho. Tanaman leunca juga
mengandung racun, baik buah dan daunnya.. Mengkonsumsi leunca, buah maupun
daunnya dapat menyebabkan keracunan. Pada daun yang tua mengandung
glikoalkaloid solanin. Begitu juga buah yang dikonsumsi mentah konsentrasi alkaloid
sangat tinggi.
7. Kanker
Hasil penelitian di Guangdong
Provinci Cancer Research Center, Cina, tanaman yang dapat tumbuh 3.000 m di
atas permukaan laut dan bentuk daun bulat telur dan ujung daun meruncing ini,
mengandung senyawa solasonine, solasodine, solamargine, dan solanine. Senyawa
itu penghambat pertumbuhan sel kanker yang tak terkendali.
Solasodine mempunyai efek
menghilangkan sakit (analgetik), penurunan panas, antiradang, dan antishock.
Solamargine dan solasonine mempunyai efekk antibakteri, sedangkan solanine
sebagai antimitosis. Senyawa-senyawa itu bisa mengatasi gangguan kanker, yakni
kanker payudara, leher rahim, lambung dan saluran pernapasan.
8. Reumatik
Khasiat
lain dari terong kecil yang sering dilalap ini adalah sebagai zat
antirematik. Pengobatan tradisional di Nigeria, percaya bahwa terong dapat
menyembuhkan atau setidaknya mengurangi serangan rematik tertentu bahkan
mengobati asam urat. Tidak hanya di Nigeria, di Korea sebagai negara
‘maniak’ ginseng, terong-terongan diyakini punya keajaiban untuk mengobati
beberapa penyakit. Daun yang telah dikeringkan, termasuk buahnya, bisa
dikonsumsi untuk mengobati sakit pinggang, encok, pinggang terasa kaku dan
nyeri lainnya. Secara empiris tumbuhan ini bahkan mampu mengobati campak
atau cacar air, ketergantungan alkohol, gastritis dan bekas luka bakar
antirematik. Pengobatan tradisional di Nigeria, percaya bahwa terong dapat
menyembuhkan atau setidaknya mengurangi serangan rematik tertentu bahkan
mengobati asam urat. Tidak hanya di Nigeria, di Korea sebagai negara
‘maniak’ ginseng, terong-terongan diyakini punya keajaiban untuk mengobati
beberapa penyakit. Daun yang telah dikeringkan, termasuk buahnya, bisa
dikonsumsi untuk mengobati sakit pinggang, encok, pinggang terasa kaku dan
nyeri lainnya. Secara empiris tumbuhan ini bahkan mampu mengobati campak
atau cacar air, ketergantungan alkohol, gastritis dan bekas luka bakar
Buat anda yang sehat, tidak ada salahnya mengkonsumsi sayur-sayuran terutama yang berkhasiat seperti Lenca ini. Mengkonsumsi Tumis Lenca selain rasanya yang enak ternyata membawa manfaat juga. Jangan ragu mengkonsumsi Tumis lenca kami yg diolah dari daun dan buah pilihan.
Sumber : http://nutrisiuntukbangsa.org/ulukutek-leunca-si-primadona-dari-sunda/
Sumber : http://nutrisiuntukbangsa.org/ulukutek-leunca-si-primadona-dari-sunda/
Leunca
bagi masyarakat Sunda biasa dikonsumsi sebagai lalap, baik buah maupun
daunnnya. Tanaman ini berasal dari Eropa dan Asia Barat, melalui
Malaysia tanaman Leunca masuk ke Indonesia.
Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui. Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg). Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di Jawa Barat, tumbuhan yang masuk dalam familia Solanaceae ini ditanam sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga hingga buahnya. Daun dan buah tanaman Leunca mengandung senyawa glikosida alkaloid solanin, zat samak, minyak lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C - See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/ulukutek-leunca-si-primadona-dari-sunda/#sthash.1W8wEwUn.dpuf
Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui. Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg). Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di Jawa Barat, tumbuhan yang masuk dalam familia Solanaceae ini ditanam sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga hingga buahnya. Daun dan buah tanaman Leunca mengandung senyawa glikosida alkaloid solanin, zat samak, minyak lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C - See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/ulukutek-leunca-si-primadona-dari-sunda/#sthash.1W8wEwUn.dpuf
Leunca ( Solanum nigrum L ).
Leunca ( Solanum nigrum L ).
Leunca ( Solanum nigrum L ).
Leunca ( Solanum nigrum L ).
Leunca ( Solanum nigrum L ).
Leunca ( Solanum nigrum L ).
Leunca ( Solanum nigrum L ).
Leunca ( Solanum nigrum L ).

Leunca bagi masyarakat Sunda biasa dikonsumsi sebagai lalap, baik buah maupun daunnnya. Tanaman ini berasal dari Eropa dan Asia Barat, melalui Malaysia tanaman Leunca masuk ke Indonesia.
Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui. Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg). Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di Jawa Barat, tumbuhan yang masuk dalam familia Solanaceae ini ditanam sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga hingga buahnya. Daun dan buah tanaman Leunca mengandung senyawa glikosida alkaloid solanin, zat samak, minyak lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C.
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/ulukutek-leunca-si-primadona-dari-sunda/#sthash.1W8wEwUn.dpuf
Leunca bagi masyarakat Sunda biasa dikonsumsi sebagai lalap, baik buah maupun daunnnya. Tanaman ini berasal dari Eropa dan Asia Barat, melalui Malaysia tanaman Leunca masuk ke Indonesia.
Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui. Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg). Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di Jawa Barat, tumbuhan yang masuk dalam familia Solanaceae ini ditanam sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga hingga buahnya. Daun dan buah tanaman Leunca mengandung senyawa glikosida alkaloid solanin, zat samak, minyak lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C.
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/ulukutek-leunca-si-primadona-dari-sunda/#sthash.1W8wEwUn.dpuf
Leunca ( Solanum nigrum L ).

Leunca bagi masyarakat Sunda biasa dikonsumsi sebagai lalap, baik buah maupun daunnnya. Tanaman ini berasal dari Eropa dan Asia Barat, melalui Malaysia tanaman Leunca masuk ke Indonesia.
Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui. Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg). Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di Jawa Barat, tumbuhan yang masuk dalam familia Solanaceae ini ditanam sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga hingga buahnya. Daun dan buah tanaman Leunca mengandung senyawa glikosida alkaloid solanin, zat samak, minyak lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C.
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/ulukutek-leunca-si-primadona-dari-sunda/#sthash.1W8wEwUn.dpuf
Leunca bagi masyarakat Sunda biasa dikonsumsi sebagai lalap, baik buah maupun daunnnya. Tanaman ini berasal dari Eropa dan Asia Barat, melalui Malaysia tanaman Leunca masuk ke Indonesia.
Tanaman semusim ini berbatang tegak dan banyak bercabang dengan tinggi 30-175 cm. Buahnya berupa buah buni, bulat-bulat dan berisi banyak biji dengan penampang sekitar 0,8-1 cm. Di Cina dikenal dengan nama longkui. Nilai gizi daun muda leunca adalah kalori (45 kal), protein (4,7 gr), lemak (0,5 gr), karbohidrat (8,1), kalsium (210 mg), fosfor (80 mg), besi (6,1 mg), vitamin A (1.900 SI), vitamin B1 (0,14 mg), vitamin C (40 mg). Tanaman leunca sengaja ditanam orang di kebun-kebun. Di pedesaan di Jawa Barat, tumbuhan yang masuk dalam familia Solanaceae ini ditanam sebagai tanaman hias. Tumbuhan bernama asli rampai atau ranti (Sumatera) dan leunca manuk (Jawa) ini dikonsumsi orang, dari daun, bunga hingga buahnya. Daun dan buah tanaman Leunca mengandung senyawa glikosida alkaloid solanin, zat samak, minyak lemak, kalsium, zat besi, vitamin A dan C.
- See more at: http://nutrisiuntukbangsa.org/ulukutek-leunca-si-primadona-dari-sunda/#sthash.1W8wEwUn.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar